Thursday, May 17, 2012
Badai Tugas
ta-daa~~
with a very bad mood... why? have you heard "badai tugas" before?
This is what my seniors means when they talking about crazy life-style at Fasilkom UI..
My physic and mental is in it's worst state.
Okay, before you getting mad at me, because of my barrage of complaints..
I will tell you the details behind my stress~
this term I took 5 courses, and total 21 credits.
It means I have to study approximately 21x50minutes in a week..
But in facts, that courses really took more than it should !!
this week is a hectic week for #Kawung,, a lot of assignment with contigous deadline !!
this is the list ::
SDA worksheet 7 ~ 18 May
SDA tugas2 ~ 22 May
Alin worksheet 8 ~ 21 May
PSD tugas mandiri ~ 22 May
MPKT final project ~ 22 May
PSD final project ~ 7 June
I don't even know how to set the priority~ everything feel like number one in my head~ !
this is why we called it "BADAI TUGAS"..
So, if you're planning to get your bachelor degree at Fasilkom UI,, you must prepare for it !!
that's all for today~
bye all~
Wednesday, September 21, 2011
Jadi anak UI !
I'm a college student now !!! dan yang lebih mengejutkan ,, ngga sembarang uni loh~~ tapii setelah 'perjuangan' panjang kemaren" itu,, gue berhasil masuk Fasilkom UI !!!
ngga percayaa? niii buktinyaa~~ *pamer dikit ah~


but not for this time~
and I need to prepare myself for another competition~~ !
Thursday, December 9, 2010
Kalian dan AKU
Bersama. Bukan sesuatu yang selalu indah.
Kalian.
Bukan hal yang mudah. Bukan waktu yang sebentar kuperlukan.
Hanya untuk menemukan kalian.
Tidak mudah bagiku menemukan orang yang ingin mengerti. atau yang berusaha mengerti.
Kalian sperti anugrah. Anugrah di saat ku tak mampu lagi bertahan. Ditengah kesesakan. Tekanan.
Di saat ku mulai membenci semua yang ada dikelilingku. Lingkungan itu. Komunitas itu. Tak sehat memang.
Tak butuh waktu lama bagiku untuk menyadari kalianlah orangnya.
Dan membuka pintu itu lebar-lebar,, setelah menutupnya rapat di hari sebelumnya.
Tak berani mengambil langkah ekstrem. Perlahan kutunjukkan aku.
Mencari tanda-tanda penolakan dari kalian. NIHIL.
Seperti anak yang kelaparan menyambut roti.
Seperti tanah yang kering menyambut hujan pertama.
Aku dengan semangat penuh menikmati hari demi hari kebersamaan itu.
Hari demi hari aku mulai menjadi diriku lagi tanpa perasaan takut dan tak diterima.
Mengingat semua momen penting tentang kalian.
Belajar mengenal karakter dan kebiasaan kalian.
Mungkin kalian tak pernah menyadari.
Betapa senangnya aku atas setiap hal kecil yang kalian berikan untukku.atas setiap kejadian yang kita lalui bersama.
Betapa pentingnya kalian di mataku.
Tapi tak cukup. Aku butuh lebih dari itu.
Lebih dari menjadi sekedar diriku.
Aku tidak ingin sekedar menjadi nyaman dengan kondisi sekarang.
Saat kita menyadari kita semakin dekat.
Saat kita mulai siap tuk melalui nya bersama.
Saat kita mulai saling mengenal mengerti.
Saat kita mulai menyebut satu dan yang yang lain dengan kata sahabat.
Aku BUTUH tuk menjadi lebih dari sekedar pengukir senyum di wajah kalian.
Aku BUTUH tuk menjadi lebih dari sekedar pengisi kekosongan kalian.
Aku menyayangi kalian. Entah sejak kapan.
Sejak kalian mulai mengenalku? Mungkin.
Aku sendiri tak tahu. Sampai ku rasa tak cukup sekedar kata sahabat.
Inginku tuk selalu ada untuk kalian. Mengerti kalian. Mendengarkan kalian
Inginku tuk selalu ada di belakang kalian. Mendukung. Mendorong. Menahan.
Inginku tuk jadi yang kalian butuhkan. Bukan tuk mendapat balasan.
Tapi hanya karna rasa ini.
Tapi hanya karna kalian telah memberiku lebih dari ini.
Pengertian dan Sayang kalian sangatlah cukup bagiku.
Obat terampuh tuk mengusir rasa tertolak dalam diriku.
Tapi aku GAGAL.
Semua usahaku sia-sia. Tidak ada arti.
Aku tak selalu ada untuk kalian. Mengerti kalian. Mendengarkan kalian.
Aku tak selalu ada di belakang kalian. Mendukung. Mendorong. Menahan.
Aku tak mampu menjadi yang kalian butuhkan.
Aku tak mampu menarik kalian naik mendaki.
Bahkan aku tak mampu membuat kalian menyadari kehadiranku.
Untuk apa kita bersama? Untuk berlari bersama?
Kalian bahkan tak mau menerima bantuanku saat tersandung.
Kalian bahkan tak mau memanggilku saat kalian terjatuh.
Kegagalan ini mengejutkan.
Kegagalan ini sungguh menyiksaku.
Kurasa aku tak mampu lagi menjalani ini semua.
Namun bagaimana dengan perasaan itu?
Rasa yang tanpa sadar telah kubangun.
Ini semua membuatku gila!
Aku tak bisa melanjutkan. Ataupun berhenti.
Semua terus berjalan.
Tanpa pernah berhenti tuk menunggu kita.
Aku hanya bisa terus mencoba dan mencoba.
Sampai kalian semua benar-benar mengerti apa yang kubutuhkan.
Satu hal yang pasti.
Kalian memiliki tempat-tempat khusus di hati ini.
Takkan terganti. Dan akan slalu ada buat kalian.
Tertanda,
EMMA.
**Don't take this too serious..**
